Minggu, 08 Januari 2012

Hadits Maudhu' (MakaLah Siti Rahmah)


BAB I
PENDAHULUAN

A.   LATAR BELAKANG

Al-Quran sebagai sumber hukum Islam yang pokok banyak yang mengandung ayat-ayat yang bersifat mujmal, mutlak, dan ‘am. Oleh karenanya kehadiran hadis berfungsi untuk “tabyin wa taudhih” terhadap ayat-ayat tersebut. Ini menunjukkan hadis menduduki posisi yang sangat penting dalam literatur sumber hukum Islam.
Namun kesenjangan waktu antara sepeninggal Rasulullah SAW. dengan waktu pembukuan hadis (hampir 1 abad) merupakan kesempatan yang baik bagi orang-orang atau kelompok tertentu untuk memulai aksinya membuat dan mengatakan sesuatu yang kemudian dinisbatkan kepad Rasulullah SAW. dengan alasan yang dibuat-buat. Penisbatan sesuatu kepada Rasulullah SAW. seperti inilah yang selanjutnya dikenal dengan palsu atau Hadis Maudhu’.
Hadis Maudhu’ ini sebenarnya tidak layak untuk disebut sebagai sebuah hadis, karena ia sudah jelas bukan sebuah hadis yang bisa disandarkan pada Nabi SAW. Hadis maudhu’ ini berbeda dengan hadis dha’if. Hadis maudhu’ sudah ada kejelasan akan kepalsuannya sementara hadis dha’if belum jelas, hanya samar-samar. Tapi ada juga yang memasukkan pembahasan hadis maudhu’ ini ke dalam bahasan hadis dha’if.

Sabtu, 07 Januari 2012

Studi Persaudaraan (Ukhuwah) daLam IsLam (MakaLah Siti Rahmah)


BAB I
PENDAHULUAN

A.   Latar Belakang

Ukhuwah pada awalnya memang dipakai dalam konteks ke-Islaman, yakni hubungan sosial antara sesama muslim. Hal demikian dapat dimaklumi mengingat tumbuh dan berkembangnya ukhuwah. Tentu saja hubungan sosial yang seagama akan lebih banyak ditemukan kesamaan dan kebutuhan, dibanding hubungan bukan seagama. Namun dalam perkembangan sosial yang lebih kompleks (masyarakat modern), ternyata seseorang akan sulit untuk mengelak dari beberapa hubungan sosial jenis lain, seperti hubungan sebangsa dan setanah air, hubungan sesama umat manusia dalam konteks internasional.
Oleh sebab itu, ukhuwah menjadi berkembang horizonnya, bukan hanya terbatas pada ukhuwah Islamiyah, namun disamping itu ada pula ukhuwah wathoniyah dan ukhuwah insaniyah , yang kesemuanya masih dalam kerangka pengamalan ajaran Islam, meskipun mempunyai perbedaan bobot dan konotasi makna.

Kamis, 05 Januari 2012

For U

For You_

MenyeLimuti rasa ini,, membuatnya seakan terabaikan bahkan tak pernah ada..
meLarikan semuanya kesudut kaLbu,, mengemasnya hingga terLupakan yang tak ingin diLupakan...
tergetir Langkah mencecerkan rasa ini,, tertingkai hati memikuLnya..
ku sangka tLah terseLimuti,, ku kira tLah tersembunyi,, tapi ternyata semuanya terasa Lebih nyata,, Lebih terpatri hingga kepersimpangan yang tak ku kenaLi dan tak ingin ku kenaLi...

Maaf Terakhir


Maaf terakhir
Hari ini tepat 100 hari kepergian Dinda, ia adalah saudara sepupuku. Saudara yang paling kusayang karna memang aku tidak punya saudara selain dia dan dia juga demikian. Walaupun hanya saudara sepupu karena ayahku bersaudara dengan ayahnya namun kami sangat dekat. Dinda sangat tahu bagaimana watakku dan akupun demikian, karena memang sejak kecil bahkan sejak Dinda lahir dan aku berumur 3 tahun kami selalu bersama. Sekarang aku berumur 21 tahun, 5 bulan yang lalu aku ditunangkan dengan anak dari teman ayah yang memang pacarku. Sejak itu aku mulai jauh dari Dinda.

Ikrar Usang


“Ikrar usang”
Terdengar sebuah sedu antara relung hati yang telah lambat laun jadi sebuah keputus’asaan. Hati yang tanpa perintah, tanpa petunjuk, bahkan tanpa arah mengukirkan setiap noktah-noktah kepahitan menjadi kasih yang nyata walau menakutkan karena tak ada celah tuk melukisnya hingga jadi indah. Terkadang jamah kasih yang menyibak sekat hati terhadap keraguan-keraguan itu dapat memadamkan api resah yang terus menyala namun tak tertelaah bahwa itu telah membuatnya menjadi bara, panas… Takkan terdengar tiap  jerit kalbuku atas luka bara harapan itu.
Rentang yang dialami, waktu, rupa, keterpurukan, tak ada yang dapat jadi penyebab hatiku menghapusnya dari tempat terakhir diantara keputus’asaan ini. Berjuta mata luka, toreh penantian yang membunuhku dalam diamnya tak dapat pula jadi alasan untukku membunuhnya dari ingatanku. Rasa ini membuatku terus menerus bahagia dalam airmata, tak dapat terganti dan tak tau kapan berkurang, bagai kapas beterbangan tanpa tau dan terpikir kapan akan jatuh atau terus melayang antara angin yang tak peduli galau yang terasa.

Vertebrata


Vertebrata
Pengertian vertebrata
Vertebrata berasal dari unsur kata vertebrae = ruas tulang belakang.
Ciri khusus vertebrata antara lain:
       Tubuh dibungkus oleh epidermis dan dermis dengan banyak kelenjar mukosa (bagi yang hidup di air). Kedua lapisan ini pada ikan tertutup sisik. Pada hewan darat kulit sebelah luar biasannya menanduk keras.
       Endoskeleton pada vertebrata rendah berupa tulang rawan, sedang pada vertebrata tinggi berupa tulang keras.. Skeleton merupakan penyokong dan pelindung untuk organ yang penting. Cranium melindungi otak. Columna vertebralis tersusun mulai dari dasar cranium sampai dengan ekor.

MAKANAN, GIZI DAN DEFESIENSI


MAKANAN, GIZI DAN DEFESIENSI

Menurut fungsinya di dalam tubuh, zat-zat makanan dibagi dalam tiga golongan, yakni:
a)    Zat makanan sebagai sumber kalori (tenaga), yakni karbohidrat, lemak, dan protein
b)    Zat makanan pembangun tubuh yakni protein
c)    Zat makanan sebagai pengatur kondisi tubuh agar tetap bugar (fit) yakni vitamin, mineral, dan air.